Pecel Pitik

pecel pitik

Jika mendengar kata ‘Pecel’ biasanya yang terlintas dalam benak kita adalah sebuah hidangan berisi berbagai macam sayur-sayuran yang telah dimatangkan, lalu disiram bumbu kacang. Hal tersebut tak sepenuhnya salah. Karena memang pada awal mulanya, hidangan Pecel memang seperti itu. Namun kini Pecel sudah memiliki banyak variasi, tak hanya berbahan dasar sayuran, seperti Pecel Lele dan Pecel Ayam.

Resep Pecel kali ini cukup unik karena berbahan dasar ayam yang diberi tambahan kelapa parut. Jika Anda pecinta ayam dan kelapa parut, pasti sangat tergiur dengan Pecel yang berasal dari daerah Banyuwangi ini. Kuliner khas suku Osing ini menggunakan ayam yang masih muda sebagai bahan utamanya. Ayam muda disebut juga ‘Pitik’ dalam bahasa Jawa. Di daerah asalnya, ayam yang digunakan pada hidangan ini biasanya ayam yang baru berusia 7-8 bulan. Hal itu disebabkan karena ayam yang masih muda memiliki daging yang masih empuk serta bertekstur lembut.

Pecel Pitik menggunakan bahan utama ayam kampung yang masih muda. Setelah disembelih, ayam kampung dibersihkan lalu dipanggang secara utuh di perapian. Api harus dijaga agar daging ayam tidak gosong dan matang merata.

Membakar ayam secara tradisional memang membutuhkan waktu yang lama serta keahlian khusus.

(BACA: Banyuwangi Festival 2017, dari Pecel Pitik sampai Batik)

Sedangkan bumbu yang digunakan sangat sederhana yaitu kemiri, cabai rawit, terasi, daun jeruk, dan gula. Setelah dihaluskan, bumbu dicampur dengan parutan kelapa muda. Penyajiannya cukup menarik. Ayam yang telah dipanggang lantas disuwir menggunakan tangan.

Untuk memisahkan tulang juga harus menggunakan tangan dan dilarang menggunakan pisau. Setelah menjadi bagian kecil, ayam akan dicampur dengan parutan kelapa muda yang sudah dibumbui. Agar lebih nikmat juga bisa dicampur dengan sedikit air kelapa.